Perempuan dalam Blockchain – Blockchain Indo 2018

Jakarta, 14 Mei 2018. Blockchain Indo 2018, konferensi & pameran internasional tentang Blockchain, fintech, dan aset digital telah diselenggarakan di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta. Konferensi yang digelar selama dua hari ini dihadiri oleh hampir 1000 dari seluruh dunia.

Konferensi tersebut mempertemukan pembicara ahli, partisipan, dan peserta pameran. Ada lebih dari 30 perusahaan yang berpartisipasi sebagai sponsor. Mereka memamerkan berbagai platform blockchain, teknologi baru, ICO , dan bisnis digital yang dipimpin oleh sponsor utama financial.org, MOS, Summico, Mfun, Fiipay, Next level consulting, Elzar Shariah, dan Ultroneum.

Konferensi ini mendatangkan pembicara dari gabungan keahlian global dari Eropa, Amerika, dan Asia, termasuk dari Indonesia yang membahas tentang teknologi, aspek regulasi dari Blockchain, keuangan islam, ICO, teknologi baru, dan aset digital. Acara ini digelar oleh Cryptoevent dan Amanah Capital Group Limited serta kemitraan lokal dengan Asosiasi Digital Enterprise Indonesia (ADEI) dan Global Citra Media. DuniaFintech.com hadir sebagai media partner dalam acara tersebut.

[Untuk Apa Google Adopsi Blockchain?]

Di antara topik-topik yang menarik perhatian, salah satunya adalah tentang perhatian pasar digital Indonesia yang dikemukakan oleh Mr. Matthew J Martin. Pakar Blokchain sekaligus CEO Blossom Finance ini mengungkapkan kaitan antara Bitcoin dengan ekonomi islam.

Topik tersebut menarik karena Asia Tenggara, terutama pasar Indonesia memiliki potensi besar untuk sektor Blockchain dan finteh, khususnya di keuangan islam dan bisnis digital. Beberapa tema yang dibahas di antaranya adalah tentang apakah Bitcoin halal untuk muslim, peraturan tentang aset digital, evolusi crypto dalam manajemen keuangan, blockchain dalam bisnis bunga, dan wanita dalam blockchain.

[4 Penggunaan Inovatif Untuk Teknologi Blockchain]

Topik wanita dalam blockchain cukup menarik, Nikita Sachdev, selaku enterpreneur, social media influencer, dan crypto-enthusiast, mengutarakan bahwa Blockchain tidak hanya untuk kaum pria. Lebih dari 40% wanita secara global tidak memiliki akses ke dalam perbankan, dewasa ini Blockchain menjanjikan otonomi keuangan bagi kaum wanita, dan memberikan peluang untuk berkarir dalam industri Blockchain.

sumber: bitcoin.org

[Bandara Brisbane Luncurkan Layanan Berbasis Cryptocurrency Pertama Di Dunia]

Acara ini juga diisi oleh pembicara terkemuka, seperti Gebhard Scherrer (co-founder DATUM), Ville Oehman (praktisi dana investasi yang terdaftar di Otoritas Moneter Singapura), Robert Ryu (Korean Venture crypto-fund), Dr Zaharuddin AR (ICO berbasis syariah asal Malaysia, Bari Arijono (founder & CEO ADEI), dll.

Blockchain Indo 2018, diharapkan dapat membawa ide-ide, pendapat, dan saran baru kepada otoritas tentang bagaimana teknologi baru dapat memengaruhi ekonomi global dan negara dalam waktu dekat. Ajang ini dapat memberikan beberapa perspektif dan masukan tentang bagaimana Blockchain dan Aset Digital dapat diatur dengan benar di Indonesia.

 

Artikel ini diterbitkan oleh duniafintech.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *