Ingin Berbisnis Clothing Line? Simak 8 Tip Berikut Ini

Saat ini, Bisnis clothing line dianggap menjanjikan, mengapa? karena pakaian merupakan kebutuhan sandang manusia, orang-orang mengenakannya setiap hari dan menggantinya paling tidak dua kali sehari. Tak aneh apabila banyak orang, terutama anak muda, tertarik menggeluti bisnis di bidang ini.

Apabila kamu tertarik untuk berbisnis clothing line dan ingin menciptakan labelmu sendiri, silahkan simak tip berikut ini:

Budget Terbatas Tidak Jadi Masalah

Banyak calon pembisnis mengkhawatirkan budget yang mereka miliki. Wajar saja, karena mengawali bisnis memang membutuhkan uang sebagai modal usaha. Namun, jangan kecil hati apabila budget yang kamu miliki terbatas.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meringankan anggaran, misalnya memilih bisnis online dibanding membuka toko. Bisnis online jelas lebih terjangkau karena kamu tidak harus mengeluarkan biaya sewa ataupun maintenance lainnya.

Kamu juga bisa melakukan strategi pemasaran yang lebih terjangkau, yaitu meminta orang-orang terdekat untuk mempromosikan di sosial media mereka dan mempromosikan labelmu dari mulut ke mulut. Begitupula untuk photoshoot, tidak ada salahnya meminta bantuan teman atau saudara untuk menjadi model atau fotografer (apabila mereka cukup memiliki keahlian).

sumber: global retail alliance

[4 Strategi Marketing Masa Kini]

Identifikasi Kebutuhan Pasar

Kalau kamu tidak mampu mengidentifikasi kebutuhan pasar, maka, kamu tidak akan mampu menghasilkan produk yang laku dipasaran. Catat itu!

Sebelum resmi merilis produk, cari tahu apa yang dibutuhkan dan dicari oleh pasar. Caranya tidak sulit, kamu hanya harus terus memperhatikan. Belangganan majalah dan menelusuri situs-situs fashion dapat membantu menggali informasi tentang tren dan inovasi terkini.

Ketahui Target Pelanggan

Kamu tidak mungkin menjual produk untuk semua kalangan, jadi kamu harus mengetahui secara rinci siapa target konsumen bisnismu. Misalnya, kamu menjual pakaian kasual untuk wanita berusia 18-35 tahun dari kalangan kelas menengah keatas.

Dengan mengetahui target pelanggan, kamu akan lebih mudah mengidentifikasi seperti apa kebutuhan mereka, harga yang akan kamu tawarkan, dan cara pemasaran yang paling efektif.

[Hal yang Harus Kamu Ketahui dalam Menentukan Target Marketing]

Jangan Takut Bekerja Sendirian

Sebagai pembisnis baru, kamu mungkin belum memiliki tim yang siap membantu. Percaya ataupun tidak, banyak pembisnis sukses yang memulai karirnya seorang diri. Mereka melakukan riset, mencari bahan baku, mendesain, melakukan photoshoot, hingga memasarkan produk sendirian.

Jika mereka bisa, kamu juga pasti bisa. Kuncinya adalah coba untuk menikmati setiap kegiatan yang kamu lakukan. Nantinya ketika bisnismu mulai berkembang, kamu dapat menggaji satu atau dua orang karyawan untuk membantumu di gudang atau sebagai admin.

sumber: chicmi.com

Pekerjakan Orang yang Dapat Dipercaya

Seiring berjalannya waktu, kamu akan membutuhkan pegawai untuk membantu bisnismu. Atau, mungkin sejak awal kamu sudah membutuhkan pegawai (misalnya, seorang desainer apabila kamu tidak memiliki pengalaman mendesain). Ketika mencari pegawai, pastikan kamu mendapatkan pegawai yang dapat dipercaya dan memenuhi kualifikasi. Kamu dapat memperkerjakan orang-orang yang telah kamu kenal sebelumnya ataupun mencari kandidat di situs ketenagakerjaan.

Tidak hanya dapat dipercaya, orang yang kamu pekerjakan juga harus memiliki kecocokan secara visi dan misi untuk bisnismu. Akan lebih mudah bekerja dengan orang yang memiliki tujuan dan semangat yang sama, dibanding dengan mereka yang tidak.

Temukan Pabrik, Penjahit atau Supplier yang Sesuai dan Lokasinya Dekat

Mengapa lokasinya harus dekat? karena diawal bisnis mungkin kamu ingin terus mengecek, melakukan revisi atau mungkin melakukan complain. Apabila lokasinya jauh (diluar kota atau diluar negri) kamu akan kesulitan apabila ingin melakukan hal-hal tersebut. Selain itu juga ada pertimbangan untuk biaya ongkos, semakin dekat maka biaya yang dikeluarkan juga semakin sedikit.

Kamu bisa mencari informasi tempat-tempat terdekat di internet, atau bertanya kepada orang-orang terdekat. Taruh di dalam daftar setiap kali mendapatkan referensi, kemudian datangi dan temukan kesesuain.

Memasarkan Produk

Selain meminta orang-orang terdekat untuk memasarkan labelmu, kamu juga bisa menggunakan strategi influencer. Meskipun ada biaya yang harus kamu keluarkan, namun hasilnya tidak akan mengecewakan. Pengaruh influencer sangat besar terhadap pengikutnya. Apa yang mereka sukai, maka pengikutnya akan sukai, begitupula sebaliknya.

Sebagai catatan, pastikan kamu memilih influencer yang pengikutnya sesuai dengan target bisnismu. Misalnya, kamu menjual fashion wanita. Kamu harus mencari influencer yang fokusnya di bidang fashion, dan pengikutnya kebanyakan wanita (bukan pria). Kesalahan memilih influencer hanya akan membuat strategimu terasa sia-sia.

sumber: medium

[5 Jenis Customer Experience yang Membuat Pelanggan Datang Kembali]

Terus Belajar dan Menggali Potensi

Ini juga yang harus kamu tekankan kepada diri sendiri dan para karyawan. Pada awalnya mungkin kamu dan yang lainnya minim pengalaman, namun lama-kelamaan kamu akan terus menemukan tantangan dan rintangan. Ketika ada masalah, seperti penjualan menurun, tertipu, atau barang rusak, jadikan semua itu sebagai pelajaran dan jangan menyerah.

Dinamika dunia fashion sangat cepat berubah, jadi kamu harus peka terhadap perubahan tersebut. Pikirkan juga inovasi yang akan membawa bisnismu kepada kesuksesan. Jangan mudah puas hanya di satu titik, kamu dan tim-mu harus terus belajar dan menggali potensi agar tidak tertinggal di belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *