5 Jenis Customer Experience yang Membuat Pelanggan Ingin Segera Datang Kembali

Ketatnya persaingan didunia bisnis, membuat banyak bisnis berlomba-lomba memberikan customer experience atau pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi para pelanggan. Baik bisnis online maupun offline sama-sama berfokus untuk memperoleh pelanggan setia yang akan datang berulang kali.

Simak 5 jenis customer experience berikut ini agar pelanggan Anda semakin setia.

Berburu Harta Karun

Perasaan bahagia karena mendapatkan barang yang bagus dengan harga yang terjangkau akan menjadi alasan pelanggan terus datang ke toko Anda. Terutama jika barang tersebut terbatas dan promonya memiliki jangka waktu. Rasanya akan seperti mendapatkan harta karun jika berhasil membelinya karena tidak mudah untuk mendapatkannya di lain kesempatan.

Salah satu contoh perusahaan yang menguasai pengalaman berburu harta karun adalah TJX. Bisnis offline ini terus tumbuh dan berkembang. Toko TJX selalu memiliki berbagai barang baru dan terbatas dengan harga yang sangat terjangkau. Pembeli tahu bahwa penawaran TJX tidak akan berlangsung lama, maka mereka termotivasi untuk langsung membeli.

Apabila sesuai, maka Anda juga bisa mengaplikasikan program seperti ini di toko Anda. Misalnya dengan menjaga agar produk Anda tetap segar dengan memutar produk lebih sering. Intinya adalah Anda harus menjaga agar pelanggan tetap fokus dengan memberi mereka sesuatu yang baru untuk dilihat dan dibeli di toko Anda.

[8 Tips Menghadapi Pelanggan yang Menyulitkan]

Layanan Pelanggan Tatap Muka

Salah satu kelebihan dari toko offline adalah Anda dapat berinteraksi secara langsung dengan para pelanggan. Berbeda dengan interaksi di toko online yang terbatas, di toko offline Anda dapat menunjukan ekspresi, gestur, arahan dan informasi secara langsung.

Bagaimana cara Anda memberikan informasi dan menunjukan kelebihan produk akan berpengaruh terhadap keputusan pembelian.

Maka dari itu, manfaatkan layanan tatap muka ini dengan baik. Bersikap ramah, bersahabat, terbuka dan informatif akan sangat menguntungkan bagi bisnis Anda. Latih pula para pegawai untuk bersikap baik dan siap sedia untuk membantu para pelanggan.

sumber: understandingrelationship.com

Perubahan yang Teratur

Kemungkinan pelanggan akan merasa jenuh apabila suasana toko Anda membosankan. Setiap mereka datang, mereka hanya mendapati toko Anda sama seperti kemarin-kemarin, tidak ada pembaharuan dan di domimasi produk-produk lama.

Suatu toko ritel bernama STORY di Manhattan, Amerika Serikat, memperbaharui konsep tokonya setiap enam sampai delapan minggu. Mereka mengubah mulai dari desain toko hingga inventaris (yang sesuai dengan tema). Misalnya: saat bulan Juni, mereka memberikan tema liburan musim panas dengan mengeluarkan beberapa produk yang sesuai. Begitu pula saat Valentine dan Hari Natal, suasana toko juga akan mengobarkan suasana khasnya. Terbukti para pelanggan selalu terlihat antusias untuk datang melihat tema terbarunya dan menikmati suasananya.

Cara ini bisa jadi efektif untuk toko Anda. Namun apabila mendekor ulang terasa berat, Anda dapat melakukan pembaharuan simpel, seperti memindahkan produk baru di depan sehingga menjaga tampilan depan toko terlihat segar.

[4 Kunci Emas dalam Membuat Goal-Setting]

Membuat Produk Sendiri

Pelanggan tentu akan senang hati jika diizinkan berkreasi untuk menciptakan produk sesuai kreatifitas mereka.

Misalnya toko yang menjual alas kaki dimana pelanggan diberikan pilihan untuk berkreasi terhadap produk tersebut. Dengan mengizinkan para pelanggan untuk dapat memilih alas kaki, tali sepatu, ataupun aksesoris lainnya yang menjamin hasil karya mereka akan lebih ekslusif dibanding beli yang sudah jadi.

Selain itu, adapula Toko Aksesoris Birchbox yang mengizinkan para pelanggan untuk menghias sendiri box untuk belanjaan mereka. Pelanggan hanya harus membeli minimal 5 produk untuk dapat menghias box tersebut. Menyenangkan, terjangkau dan jelas sangat menguntungkan.

sumber: birchbox.com

[10 Ide Program Loyalitas Pelanggan]

Produk dan Layanan Bundling

Strategi bundling product atau penggabungan barang tengah populer saat ini. Ada beberapa alasan perusahaan melakukan bundling product antara lain efisiensi biaya, peluang pasar untuk meningkatkan keuntungan, dan strategi kompetitif.

Contohnya untuk bundling produk, Anda dapat bundling produk baru dengan produk lama yang kurang laku dengan harga khusus di toko Anda.

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk bekerjasama dengan pihak lain, contohnya: Pada peluncuran ponsel X bulan lalu. Harga normal ponsel X tersebut 9 sampai 10 juta pada saat pertama kali launching, di-bundling dengan paket provider plus paket internetnya menjadi seharga 8 juta. Melihat jarak harga yang cukup jauh dari harga aslinya, banyak orang yang kemudian berbondong-bondong untuk membelinya.

sumber: giladiskon.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *