Tidak Hanya FnB, Bisnis Ritel Juga Butuh Sistem POS

Meskipun terlihat sederhana, bisnis ritel merupakan salah satu bisnis yang paling kompetitif. Selain karena besarnya cakupan pasar ritel, bisnis ini sangat erat berkaitan dengan kebutuhan sahari-hari. Sebut saja, pasar sayur dan buah, toko alat rumah tangga, kios pakaian, toko buku, dan lain sebagainya masuk ke dalam kategori bisnis ritel. Sehingga kepiawaian pengelolaan bisnis harus selalu menjadi prioritas selain berkompetisi di pasar. Lalu bagaimana agar konsentrasi terhadap persaingan pasar dan pengelolaan bisnis tetap berjalan beriringan?

Jawabannya adalah sistem point-of-sale (POS).

[Apa itu sistem POS?]

Mengapa Ritel Butuh Sistem POS?

Mesin kasir–atau yang punya istilah lebih modern, sistem POS–sebenarnya sudah melekat dengan bisnis ritel. Tetapi, mesin kasir yang digunakan ritel zaman dahulu masih terbatas untuk menyimpan uang. Sedangkan sistem POS modern sudah mencakup inventaris, laporan penjualan, hingga data pelanggan yang disajikan secara faktual. Dengan kata lain, sistem POS merupakan bentuk paling modern dari mesin kasir.

Inventarisasi Jadi Jauh Lebih Mudah

Bisnis ritelmu mungkin saja menjual puluhan kategori barang dengan ratusan varian atau mungkin menjual kosmetik yang harus teliti dalam penghitungan. Untuk menjaga agar data inventaris barangmu tetap valid dan aktual, maka kamu butuh sistem POS. Saat ini, dengan investasi sekitar Rp100 ribu-Rp250 ribu per bulan untuk sistem POS, tentu sudah sangat terjangkau dan dapat membantumu dalam mengelola usaha. Terutama, dengan sistemnya yang lengkap dan dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Sistem POS akan mendata, merekam, hingga mengkalkulasi secara otomatis semua data inventaris barang yang kamu miliki.

Misalnya kamu memiliki butik yang menjual ratusan merek yang terbagi dalam beberapa kategori dan memiliki ratusan varian (misalnya nomor, warna, motif, dll). Sistem inventaris pada sistem POS akan mampu mendata dan menjabarkan tiap item tersebut. Yang nantinya, tiap kali item terjual, sistem akan langsung mengkalkulasi inventaris item tersebut. Jadi, ucapkan selamat tinggal pada kertas-kertas penghitung inventaris, ya.

Laporan Langsung Tersaji

Selain inventaris, sistem POS juga akan membantumu mengelola laporan bisnis. Semua data transaksi, pendapatan, pengeluaran, pelanggan, hingga barang yang terjual akan masuk ke sistem POS dan langsung diolah menjadi laporan penjualan. Bisnis ritel membutuhkan ketelitian dalam mengolah laporan penjualan, lho. Selain memperhatikan pendapatan, performa penjualan barang pada bisnis ritel harus terpantau secara cermat. Maka sebuah laporan penjualan yang utuh dan baik sangatlah penting bagi bisnis ini.

[Membuat report tanpa harus repot dengan sistem POS]

Dalam laporan yang dikelola oleh sistem POS, kamu bisa melihat laporan laba rugi, jenis pembayaran yang sering digunakan pelanggan, sampai meninjau performa penjualan tiap barang. Laporan yang disajikan dapat menjadi bahan analisa bisnis untuk memeriksa performa serta mengevaluasi kekurangannya. Hebatnya lagi, sistem POS modern yang berbasis mobile-cloud dapat diakses di mana pun selama gadget-mu terhubung jaringan internet.

Mengelola Bisnis Ritel dengan Lebih Baik

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemudahan yang ditawarkan oleh sistem POS akan membantu mengelola bisnismu dengan lebih baik. Sistem yang terintegrasi, mudah digunakan, serta lebih cepat membuatmu dapat berkonsentrasai dengan hal lain selain manajemen barang dan uang. Sistem POS sendiri bukan hanya ramai digunakan pada  bisnis ritel tetapi juga bisnis kuliner. Dengan mengandalkan sistem POS, kamu dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk memikirkan pengembangan dan evaluasi bisnis. Para staf yang bekerja pun dapat lebih baik dalam memberikan pelayanan dan meminimalisasi potensi kesalahan.

Bagaimana? Masih ragu untuk menggunakan sistem POS?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *