Tip Memotret Foto Makanan Agar Menggugah Selera

Bisnis food and beverage (FnB) bisa jadi membutuhkan ilmu fotografi seperti halnya bisnis entertainment. Kenapa? Karena foto–juga video–yang menampilkan menu yang dijual harus menggugah selera. Kalau fotonya saja tidak bisa membuat lapar, bagaimana bisnisnya berjalan lancar?

Pentingnya food photography bagi industri bisnis FnB membuat beberapa restoran berani mengalokasikan dana hanya untuk menyewa fotografer handal. Studio, kamera, hingga desainer grafis khusus direkrut agar foto menu yang dijual mampu menarik perhatian para pelanggan.

Kamu juga punya usaha FnB tapi nggak mau keluar uang banyak untuk foto? HelloBill punya tip memotret menu supaya bikin pelanggan ‘ngiler’.

[Saatnya mengelola bisnismu dengan lebih mudah]

1.  Pakai Kamera yang Mana?

Pilihlah kamera DSLR atau mirrorless. Kamera DSLR akan mengambil gambar dengan kualitas top sedangkan kamera mirrorless, mirip kamera film, tapi punya kualitas sama dengan DSLR. Kamu juga akan lebih mudah jika memakai lensa tetap (fixed lense) karena kamu nggak perlu berkutat dengan mode zoom dan hasil foto pun akan lebih fokus.

Manfaatkan ponselmu untuk memotret menu.

Nggak punya kamera profesional? Gampang! Kamu bisa memanfaatkan kamera di ponselmu. Sekarang, banyak kamera ponsel yang punya fitur fokus yang mumpuni juga kamera yang bagus kok. Kamu hanya perlu membidik gambar dengan seimbang (pakai fitur grid), mengklik bagian fokus makanan, lalu “cekrek!“.

2.  Jangan Pakai Flash?

Salah satu hal yang membuat sebuah foto kelihatan menarik adalah pencahayaan yang baik. Dengan pencahayaan yang tepat, foto apapun termasuk foto makanan pasti terlihat oke. Itulah alasannya mengapa studio foto punya banyak sekali sumber cahaya.

Menurut sebuah artikel di BTI Brand Innovations, cahaya alam atau mengambil foto di bawah sinar jendela bisa membuat fotomu terlihat lebih bagus. Karena nggak seperti foto selfie, foto makanan butuh cahaya yang natural dan bersih agar makanan terlihat segar.

Cahaya natural lebih oke, terutama saat pagi dan menjelang sore.

Supaya cahaya terlihat merata dan mengurangi bayangan, pakai diffuser untuk memantulkan kembali cahaya. Kalau nggak punya, pakai papan yang dilapisi kain putih atau pakai gabus putih yang ditempatkan di seberang sumber cahaya saja.

3. Bidik dari Berbagai Sudut Berbeda

Jangan takut untuk meluangkan waktu yang panjang untuk sekedar memotret semua menu yang kamu jual. Kamu butuh untuk mengambil foto sebanyak mungkin dari berbagai sudut yang berbeda. Karena, tidak semua makanan terlihat bagus jika difoto dari samping dan tidak semua minuman terlihat menggiurkan jika difoto dari atas. Dengan memotret banyak foto dari banyak sudut, kamu akan punya banyak pilihan untuk dipilih menjadi ‘foto profil’ menu nantinya.

4. Pakai Tripod Biar Stabil

Kamu mungkin jago saat berfoto selfie atau selalu berhasil ketika memotret teman-teman satu gank. Tapi belum tentu hasil foto makanan terlihat sebagus foto eksismu. Food photography butuh kestabilan tinggi agar warna dan fokus makanan terlihat ‘menggoda’. Pakailah tripod untuk menghindari hasil foto yang goyang atau kurang fokus. Tripod akan memudahkanmu untuk membidik obyek dan memotretnya sesuai dengan bidikan. Bagi yang berfoto dengan kamera ponsel, gunakan sanggahan atau alas agar fotomu tidak goyang.

5. Pakai Piring/Latar Belakang Polos Saja

Tempatkan dirimu sebagai pelanggan yang bingung ingin makan apa. Selain melihat komposisi menu dan harga, salah satu penentu seseorang memilih makanan adalah visual makanan tersebut. Para pelanggan mau melihat makanan atau minumannya; irisan dagingnya, warna sambalnya, atau baluran keju mozarellanya. Bukan ingin melihat ornamen lucu di piring atau gelasnya apalagi melihat latar belakang yang penuh dengan orang. Pakailah piring/gelas yang polos atau berwarna kontras dengan warna makanan. Latar belakang yang sederhana juga jauh lebih menarik dan fokus daripada sekedar ingin menunjukkan kalau restoranmu selalu ramai pengunjung.

6. Jangan Terlalu Lama Memotret Foto

Meskipun kamu harus mencoba berbagai angle foto, bukan berarti kamu harus berkutat dengan satu makan yang sama selama berjam-jam. Makanan yang menggugah selera tentu saja yang masih segar. Misalnya kamu memotret es kopi dengan es krim di atasnya. Fotolah ketika es krim masih dalam bentuk tercantiknya bukan ketika telah hampir cair. Begitu pula jika memotret mie goreng andalan kafe. Jangan sampai mie kelihatan sudah mengering atau berubah warna.

7. Potong Foto Dalam Ukuran yang Sama

Jika sudah selesai dan foto terbaik telah kamu pilih, waktunya mengunggah foto-foto di kolom menu. Tapi pastikan bahwa menu tersebut tidak merengang hingga membuat foto kelihatan gepeng. Kalau sulit, kamu bisa potong fotonya pada saat proses edit dalam satu ukuran yang sama, misalnya ukuran persegi seperti foto Instagram. Dengan begitu, hasil foto makanan yang sudah keren tidak dirusak dengan ukuran yang berubah atau terlihat pipih dan tidak seimbang.

[East Food: pameran kuliner besar nan meriah di Surabaya]

Bagaimana tipnya? Kamu punya tip lain untuk memotret makanan? Share di kolom komentar, ya!

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *