Langkah Awal Berbisnis e-Commerce

Bisnis berbasis online atau, istilah kerennya, e-commerce memang sedang digandrungi masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia. Kemudahan akses baik untuk penjual dan pembeli membuat level konsumerisme meningkat pesat. Menurut Jeffrey Bahar dari Spire and Research Consulting, pertumbuhan online-shopper di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 17,27% dari tahun 2013 sampai 2016. Dengan begitu, Indonesia punya potensi menjadi pasar e-commerce yang besar seperti tetangganya, Malaysia dan Singapura.

Bahar juga menyebutkan bahwa pada tahun 2016, pengguna jasa e-commerce di Indonesia telah menyentuh angka 8.7 juta! Maka nggak heran kemudian banyak pebisnis baru yang menjajal peruntungannya pertama kali melalui e-commerce. Bahkan, perusahaan besar yang telah punya toko fisik pun berbondong-bondong membuka platform online masing-masing. Namun jangan terkecoh, urusan membuka bisnis berbasis online bukan sekedar membuat akun, mengunggah foto, lalu tunggu pembeli. Untuk punya bisnis, baik online maupun offline, yang berkelanjutan butuh perencanaan yang matang. Kalau tertarik untuk buka bisnis online, coba simak langkah awal dari Ecommerce Platform berikut ini:

1. Rencana Bisnis

E-commerce and startup business plan

Sama seperti membuka toko offline atau toko fisik, bisnis berbasis online-mu juga butuh business plan yang matang. Rencana bisnismu bukan hanya esensial untuk memetakan arah dan tujuan tetapi juga kritis dalam framework bisnis yang akan kamu jalani. Dalam rencana bisnis online, selipkan rencana mengenai pembiayaan, pemasaran, dan iklan yang akan sangat dibutuhkan sejak detik pertama bisnis online-mu ‘mengudara’. Lagi pula, rencana bisnis ini akan sangat berguna jikalau bisnismu butuh suntikan dana dari venture atau investor.

[Baru mau mulai berbisnis? Coba perhatikan hal-hal berikut ini]

2. Ketahui Produk yang Akan Dijual

Memilih produk yang dijual sama pentingnya dengan rencana bisnis yang jelas. Jika kamu memproduksi produk sendiri, maka pikirkanlah model, warna, varian, atau sisi unik yang bisa jadi selling point. Artinya, berwirausaha di platform e-commerce sama dengan berani bersaing dengan produk lain yang serupa. Kamu harus punya nilai jual sendiri agar dapat menarik pelanggan. Jika produk yang dijual bukan hasil produksi sendiri maka diskusikan dengna pemasok atua supplier mengenai produk, target pasar, dan strategi pemasaran terlebih dahulu.

3. Tentukan Platform Penjualan

Sekarang ini sudah banyak sekali platform e-commerce dengan menawarkan keuntungan tersendiri. Ada yang menawarkan harga termurah, bebas ongkos kirim, atau jaminan barang asli yang dengan kata lain akan menekan tingkat repot para penjual. Beberapa bisnis yang beralih ke e-commerce biasanya memilih untuk bekerja sama dengan situs jual-beli online yang sudah besar dan punya traffic pengunjung yang tinggi. Hal ini tentu menjadi pertimbangan khusus di samping kenyamanan yang ditawarkan untuk para penjual. Kalau kamu memilih untuk memasarkan produk di situs tersebut, pastikan bahwa produkmu tidak tertimbun dengan produk yang sama.

Untuk beberapa perusahaan besar, beralih ke bisnis online berarti membangun situs jual-beli milik sendiri. Kamu yang baru memulai atau bukan perusahaan besar pun bisa melakukannya. Memiliki platform atau situs e-commerce sendiri tidak akan membuat produkmu tertimbun atau tidak terdekteksi. Selain itu, harga domain untuk membuat situs sendiri juga sudah cukup terjangkau. Pikirkan baik-baik platform jualanmu, ya.

4. Buat Manajemen Inventaris yang Kokoh

Entah bisnismu berbasis online atau punya toko fisik, urusan inventaris harus diperhatikan dengan baik. Manajemen stok atau inventaris yang payah akan menginkatkan potensi kerugian, terutama dalam hal materi. Maka dari itu kamu harus menangani inventarisasi dengan serius. Buatlah rekaman data yang lengkap dan ter-update secara berkala, lalu jangan lupa pikirkan ruang khusus untuk menyimpan produkmu. Jika tak mau repot soal hitung-menghitung, cobalah berlangganan sistem POS untuk membantu mengelola inventaris sekaligus keuangan dan laporan bisnismu secara lengkap.

[Apa, sih, sistem POS itu?]

5.  Launching, Advertising, Marketing

Setelah selesai dengan urusan personalisasi, sesaat setelah produkmu mulai terpampang di situs e-commerce yang perlu dan harus kamu lakukan adalah memasarkannya sekaligus mengiklankannya. Sebarkan informasi mengenai produk yang kamu jual seluas-luasnya. Biarkan semua orang tahu bahwa produk yang mereka cari atau mungkin yang selama ini mereka butuhkan telah tersedia di pasaran. Karena tidak ada produk yang sukses di pasaran hanya karena ditaruh di etalase.

[Marketing ke para milenial]

6.  Kelola Bisnis dengan Baik

Jika kelima langkah di atas telah dilakukan, maka pertahankanlah bisnismu dengan mengelolanya dengan baik. Mengelola bisnismu ini harus dilakukan terus menerus sepanjang hidup bisnismu. Yang dimaksud mengelola tentu saja termasuk menginovasi produk, memantau selera pasar, menambah atau mengurangi karyawan, mengevaluasi performa penjualan, advertising, marketing, dan lain sebagainya.

Selamat memulai dan mengelola!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *