Microfranchise: Model Bisnis Murah untuk Para Pemula

Coba perhatikan, sudah berapa gerai Ayam Gepuk Pak Gembus yang kamu lihat hari ini? Atau sudah berapa banyak gerobak Kebab Monster yang ditemui selama perjalanan ke rumah? Banyaknya gerai kuliner yang kamu lihat merupakan bagian dari bisnis microfranchise atau bisnis waralaba mikro yang sedang naik daun di Indonesia. Sudah tahu apa itu microfranchise? Mari kenalan!

Disebut Sebagai Solusi Ekonomi 

 Tidak berbeda dari franchise, microfranchise merupakan rantai bisnis yang mereplika bentuk waralaba (franchise) dan dibuat untuk mengekspansi bisnis bagi masyarakat yang punya sumber terbatas–baik sumber biaya, pengetahuan, atau jaringan. Konsep ini tercipta karena banyak pasar informal seperti warung tenda pinggir jalan, warung rumahan, atau sebagainya yang dikelola hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Masyarakat yang berbisnis pada dasarnya tidak mengincar keuntungan berbisnis tetapi karena terbatasnya lapangan dan kesempatan kerja sehingga berdagang adalah solusinya.

[Apa itu model bisnis franchise?]

Microfranchise punya tujuan yang lebih besar dari pada sekedar menyambung hidup para pelakunya. Dengan mengadaptasi konsep franchise tradisional, model waralaba ini memberikan kesempatan dan potensi keuntungan yang lebih besar kepada masyarakat khususnya dengan ekonomi kurang mampu.

Bagaimana Microfranchise Bekerja?

Secara garis besar, cara kerja waralaba mikro ini sama dengan franchise pada umumnya. Perbedaannya hanya terletak pada biaya yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis jauh lebih sedikit dibanding jika membeli lisensi franchise. Para microfranchisor (pemilik bisnis) mengembangkan bisnis mereka dengan menyediakan operasional dan kesempatan untuk mengelola bisnis dengan kapital yang rendah atau untuk yang tidak punya pengalaman bisnis. Sedangkan para microfranchisees (pengelola bisnis microfranchise) merupakan para pengelola bisnis yang minim budget atau pengalaman tetapi ingin memiliki bisnis sendiri.

[Beberapa Tip Sebelum Memulai Bisnis Sendiri]

Kinerja keduanya saling berkesinambungan; microfranchisor berkonsentrasi untuk mengembangkan bisnisnya dengan menggandeng para masyarakat yang ingin berwirausaha (para microfranchisees). Dan para microfranchisees akan fokus untuk mengelola dan menjual produk yang ia tangani. Dengan cara ini, masyarakat punya kesempatan yang sama untuk mengelola bisnis sendiri dengan metode monitoring layaknya mengelola waralaba besar.

Untung Satu, Untung Semua

Bisnis microfranchise bisa sama suksesnya dengan bisnis franchise besar. Model bisnis ini banyak diadaptasi oleh masyarakat yang tinggal di Dunia Ketiga atau negara berkembang seperti India, Thailand, dan Indonesia. Karena pada hakikatnya, microfranchise bertujuan untuk membuka akses bisnis bagi masyarakat kurang mampu. Karena tujuan tersebut, tidak ada peraturan yang terlalu keras mengikat para microfranchisees dan akhirnya banyak orang yang punya mata pencarian dengan mengelola bisnis.

Keuntungan yang dijanjikan juga lebih mengakar daripada bisnis yang lain. Pasalnya, microfranchise tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru tetapi juga membantu menjaga stabilitas ekonomi suatu daerah karena keragaman bisnisnya. Lihat saja para pedangan ponsel seluler atau konter pulsa, apotek, gerang pengisian air, dan sektor UMKM lainnya, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar tanpa harus mengandalkan toko-toko besar. Dengan kata lain, bisnis microfranchise membawa keuntungan bisnis bagi pemilik bisnis, menciptakan pekerjaan untuk masyarakat dan menguntungka para pengelola, hingga menstabilkan ekonomi daerah.

Gimana? Tertarik untuk ikutan bisnis microfranchise? Coba tulis komentarmu di kolom komentar di bawah, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *