ATM Bitcoin Singapura Kehabisan Stok Saat Mata Uang Virtual Alami Penurunan Harga

Mesin Bitcoin di Ducatus Cafe di Robinson Road dan Tiong Bahru Plaza Singapura baru-baru ini kehabisan stok mata uang digital. Karena tidak bisa digunakan, pihak manajemen pun terpaksa menempelkan pemberitahuan bahwa untuk sementara mesin tersebut belum bisa beroperasi kembali.

Sejak awal tahun ini, nilai beberapa mata uang virtual terus merosot. Bitcoin yang merupakan mata uang paling populer di dunia pun sudah kehilangan 24 persen nilainya di awal tahun ini. Namun, penurunan yang dikira berbagai pihak akan mengakibatkan banyak orang khawatir dan memilih menjual Bitcoin miliknya ternyata tidak demikian.

Baca juga: Pelaku Kejahatan Tetap Dapat Tertangkap dengan Transaksi Bitcoin

Penurunan harga mata uang virtual ini ternyata membuat semakin banyak investor yang berburu mata uang virtual tersebut. Ini menunjukkan bahwa meskipun sedang turun, masih banyak orang yang merasa optimis akan terjadi kenaikan di masa mendatang.

Pihak pengelola mesin ATM Bitcoin menyebut sejak terjadinya penurunan harga Bitcoin, jumlah orang yang mengantri di mesin malah semakin banyak.

“Kami harus memberi pemberitahuan bahwa mesin tersebut tidak bisa dipakai sementara. Jumlah orang yang mengantri ada 20 hingga 30 orang dalam dua hari. Padahal biasanya hanya 10 orang,” kata Philip Lim dari pihak manajemen.

Baca juga: Tren Mata Uang Digital: 7 Negara Ini Legalkan Bitcoin

Founder Bitcoin Exchange Zann Kwan menyebut bahwa aksi beli kali ini belum seberapa dibanding saat harga Bitcoin mengalami penurunan bulan Desember lalu.

“Waktu itu, penjual masih banyak yang mempertahankan Bitcoinnya karena yakin harganya akan membaik. Tapi banyak juga investor yang menunggu (turunnya harga) agar bisa membeli Bitcoin dengan lebih banyak,” ungkapnya lagi.

Sementara itu hingga saat ini masih banyak negara-negara yang sedang sibuk mengatur regulasi yang tepat untuk penggunaan cryptocurrency, termasuk di Indonesia. Beberapa di antaranya malah ada yang merancang untuk membuat mata uang digital nasional sendiri.

Source: straitstimes.com

artikel ini telah diterbitkan oleh Duniafintech.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *