HelloCampus: Tech for Business 101 di Kwik Kian Gie School of Business

Rabu kemarin (6/12) HelloBill bersua dengan teman-teman mahasiswa di Kwik Kian Gie School of Business di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Dihadiri sekitar 60 mahasiswa, HelloBill mengenalkan teknologi dalam dunia bisnis termasuk memberi kesempatan pada teman-teman mahasiswa untuk mencoba mengoperasikan sistem point of sales (POS).

Tech For Business 101

“Dream big but with a problem”

Jarum jam menunjukkan hampir pukul dua siang ketika Ibu Rita Eka, Kepala Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, membuka loka karya mengenai teknologi dalam dunia bisnis. Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan oleh HelloBill ini disambut hangat oleh pihak universitas Kwik Kian Gie School of Business atau yang lebih dikenal dengan IBII (Institut Bisnis dan Informatika Indonesia).

Sebelum masuk ke acara utama, yaitu pengenalan mengenai start-up oleh Ponky Sutanto, CEO HelloBill, ada sesi penandatanganan MoU antara HelloBill dengan IBII yang diwakili oleh CEO dan rektor universitas, Dr. Ir. Hisar Sirait, M. A.

Dream big but with a problem,” buka Ponky Sutanto, Chief Executive Officer HelloBill, di hadapan semua mahasiswa. Selain menyampaikan materi mengenai memulai bisnis sendiri, ia juga mengajak mahasiswa yang hadir untuk menuliskan masalah yang ingin mereka pecahkan. Tujuannya tentu saja untuk memicu pola berpikir seorang pebisnis yang tidak sekedar mengejar untung tetapi juga dapat berguna mengatasi masalah. Para mahasiswa pun antusias menuliskan masalah dengan solusi yang mereka tawarkan.

[Mau mulai usaha sendiri?]

Berpengalaman selama belasan tahun di dunia bisnis membuat Ponky Sutanto mampu mengartikulasikan apa yang harus dilakukan oleh seorang¬†founder. “Salah satunya adalah resilience. Founder itu bekerja tiap saat, lebih dari sekedar Senin sampai Jumat dari pukul 09.00 pagi sampai 18.00 sore. A founder also willing to to dirty work and sacrifice,” tambahnya.

Di akhir sesi, Ponky juga memberikan masukkan kepada para mahasiswa yang hendak membuka bisnisnya sendiri dan menutup sesi presentasinya dengan tulisan yang terpampang jelas di depan seluruh kelas: “Run Like A Startup But Be Profitable.”

Mengenalkan Teknologi dan Berbisnis dengan Teknologi

Sesi selanjutnya diisi oleh William, Chief Operating Officer HelloBill yang sekaligus merangkap sebagai pemrogram aplikasi POS HelloBill. Lulusan ilmu komputer dan punya pengalaman di bidang teknologi selama kurang lebih 10 tahun ini mempresentasikan mengenai perkembangan teknologi dan peran vitalnya dalam dunia bisnis di zaman modern seperti sekarang ini.

Beranjak dari penjelasannya mengenai perkembangan teknologi hingga dampak teknologi kepada sektor bisnis, William kemudian mengenalkan sistem point of sale yang masih asing didengar oleh para mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa banyak orang hanya tahu bahwa mesin kasir sekedar alat bantu untuk melakukan pembayaran. Padahal, mesin kasir yang telah terotomatisasi (automation) sudah dapat melakukan banyak hal selain pembayaran. Misalnya stok barang, produksi, dan lain sebagainya.

Penjelasan mengenai otomatisasi pekerjaan inilah yang menjembatani presentasi berikutnya yaitu pengoperasian sistem point of sale oleh Juwanto, Head of IT Support HelloBill.

Coba-Coba Sistem POS HelloBill

“Silahkan download aplikasi HelloBill melalui ponsel teman-teman dan masukkan username dan password berikut ini,” mulai Juwanto dari depan kelas. Para mahasiswa yang sempat terhanyut karena presentasi sebelumnya akhirnya semangat kembali karena akan mencoba sistem HelloBill untuk pertama kali. Bahkan, mungkin ini adalah kali pertama semua peserta melihat dan mengoperasikan sistem POS.

Semua mahasiswa mulai mengutak-atik sistem POS food and beverage HelloBill. Mencoba-coba berbagai fitur yang ada di dalamnya sambil berdiskusi satu sama lain. Sementara itu, Juwanto menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para mahasiswa.

Ide Brilian yang Jadi Pemenang

Di sesi penutupan, ada lima orang mahasiswa yang terpilih karena menuliskan ide brilian yang diminta Ponky di awal sesi tadi, Kelima mahasiswa tersebut antara lain; Malvin Derry yang ingin menciptakan jaket motor pendingin di daerah tropis seperti Jakarta; Mika Yusiani dengan ide aplikasi pencari travel-buddy; Shanty Dharmawan yang bicara soal aplikasi pemberitahu rute wisata; Dealita tentang idenya menciptakan kafe khusus untuk orang belajar bukan untuk nongkrong; serta Renaldi yang punya ide menginstalasi alat penghancur plastik AMDK (air minum dalam kemasan) di setiap mini-market untuk mengurangi polusi plastik.

Selamat dan semoga ide kreatif dan hebatnya dapat terwujud!

Kegiatan workshop di Kwik Kian Gie School of Business ditutup dengan penyerahan piagam dan kenang-kenangan dari pihak universitas. Dalam kuisioner yang diberikan, banyak mahasiswa Kwik Kian Gie School of Business yang merasa senang dan merespon positif kegiatan ini. Jadi, sampai jumpa di HelloBill Goes to Campus berikutnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *